Peranan Enzim 1,3 Glukannase Pada Efektivitas Sediaan Anti Jamur

Penggunaan alat medis yang ditanam dalam tubuh manusia memungkinkan terjadinya infeksi mikroba. Mikroba yang paling umum dihubungkan dengan infeksi tersebut adalah Candida, terutama Candida albicans. Biofilm melindungi mikroba dari sistem imun inang dan zat antimikroba. Biofilm Candida albicans telah terbukti resisten terhadap kebanyakan antijamur komersial. Kandungan β-1,3-glukan yang tinggi pada biofilm Candida albicans merupakan salah satu faktor yang menyebabkan resistensi biofilm Candida albicans terhadap senyawa antijamur (Nett et al., 2007).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peranan β-1,3-glukanase pada efektivitas sediaan antijamur terhadap biofilm Candida albicans yang ditumbuhkan secara in vitro. Model antijamur yang digunakan dalam penelitian ini adalah virgin coconut oil dan nistatin.
Pertumbuhan biofilm Candida albicans diamati berdasarkan pengukuran viabilitas sel secara spektrofotometrik menggunakan reagen XTT {2,3 -bis (2-methoxy -4 -nitro -5 -sulfophenyl) -5-[(phenylamino) carbonyl] -2H -tetrazolium hydroxide}, serta pengukuran berat biofilm. Biofilm dibuat dengan cara menumbuhkan sel Candida albicans pada membran filter selulosa nitrat yang diletakkan di atas media SDA (Sabouroud Dextrose Agar) yang mengandung 500 mM dekstrosa, dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 48 jam. Biofilm Candida albicans selanjutnya dipindahkan ke media yang mengandung antijamur dan diinkubasi selama 24 jam.
Hasil analisis menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) menunjukkan bahwa biofilm yang diperoleh pada penelitian ini tersusun atas lapisan tebal sel khamir, budding-yeast, dan hifa yang dilapisi oleh matriks ekstraseluler. Penambahan 1,25 unit/ml β-1,3-glukanase dalam media biofilm dapat menghambat pertumbuhan biofilm Candida albicans sebesar 65,1%. Media biofilm yang mengandung 80 unit/ml nistatin dapat menghambat pertumbuhan biofilm sebesar 36,3%, sedangkan media yang mengandung 80 unit/ml nistatin dan 1,25 unit/ml Î²-1,3-glukanase dapat menghambat pertumbuhan biofilm sebesar 53,3%. Penggabungan β-1,3-glukanase dengan nistatin dapat meningkatkan efektivitas nistatin dalam menghambat pertumbuhan biofilm sebesar 26,7%.
Media biofilm yang mengandung 25% (v/v) VCO dapat menghambat pertumbuhan biofilm Candida albicans sebesar 44,4%. Penambahan 1,25 unit/ml β-1,3-glukanase dan 25% (v/v) VCO dalam media biofilm dapat menghambat pertumbuhan sebesar 78,6%. Penggabungan β-1,3-glukanase dengan VCO dapat meningkatkan efektivitas VCO dalam menghambat pertumbuhan biofilm sebesar 61,6%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan enzim β-1,3-glukanase dapat meningkatkan efektivitas VCO dan nistatin. Selanjutnya, sediaan antijamur yang menghasilkan persentase hambatan paling besar terhadap pertumbuhan biofilm Candida albicans, yaitu gabungan enzim β-1,3-glukanase dengan VCO dapat dikembangkan menjadi obat antijamur baru untuk mengatasi resistensi biofilm Candida albicans.

Selengkapnya...

0 Response to "Peranan Enzim 1,3 Glukannase Pada Efektivitas Sediaan Anti Jamur"

Post a Comment