Efek Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A. Gray) terhadap Candida albicans serta Profil Kromatografinya

Posted by Romido Albet Thursday, December 27, 2012 0 komentar

PENDAHULUAN
Dilaporkan bahwa tanaman suku Compositae mempunyai aktivitas dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Tanaman Kembang Bulan termasuk dalam suku Compositae, sehingga secara kemotaksonomi diduga tanaman ini juga mempunyai kandungan kimia serupa yang dapat menghambat pertumbuhan C. albicans(1). Oleh karenanya dilakukan penelitian terhadap tanaman ini, untuk membuktikan secara ilmiah aktivitas menghambat pertumbuhan C. albicans.
Kembang Bulan mempunyni beberapa nama, di antaranya Rondose-moyo (Jawa), Harsaga (Jawa), Kembang Bulan (Indonesia), Mary Gold (Inggris)(2). Merupakan perdu tegak, apabila dibiarkan tumbuh liar dapat mencapai tinggi 9 meter, bertunas, merayap dalam tanah. Termasuk tanaman penutup tanah yang umumnya tumbuh liar di tempat-tempat curam, misalnya di tebing-tebing, tepi sungai dan selokan. Sekarang banyak ditanam sebagai tanaman hias, karena warna bunganya yang kuning indah. Selain itu Kembang Bulan sering ditanam untuk pagar dan untuk mencegah kelongsoran tanah. Tumbuh dengan mudah di tempat atau daerah berketinggian 5-1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini juga merupakan tumbuhan tahunan yang menyukai tempat-tempat terang dan banyak sinar matahari langsung.
Daun tanaman Kembang Bulan memberikan hasil tes positif terhadap hemolisis, dan hasil tes negatif untuk flavonol-flavonol, alkaloid-alkaloid, tanin-tanin dan sterol-sterol.
BAHAN
Bahan utama adalah serbuk kering daun Kembang Bulan dari tanaman yang tumbuh di daerah Kaliurang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daun dipilih yang segar, permukaannya tidak rusak atau utuh, tidak berpenyakit dan dipetik daun ke empat atau ke lima dari pucuk tanaman.
Daun kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari dengan ditutup kain warna gelap. Setelah cukup kering, dihaluskan dengan cara ditumbuk. Ekstraksi bahan dilakukan seperti ditunjukkan pada skema di bawah ini.
METODE
1) Skrining fitokimia
a) Analisis kandungan ekstrak P.E.
Analisis menggunakan metoda KLT. Ekstrak P.E. dipekatkan. Pemeriksaan terhadap adanya terpenoid menggunakan: FD Silika gel GF254, FG heksana-etil asetat (81:19), deteksi Vanilin asam sulfat. FD sebelumnya dieluasi menggunakan petroleum-eter-paraffin cair (95:5). Pemeriksaan triterpenoid: FD Silika gel GF254, FG heksana-etil asetat (81:19), deteksi Liebermann-Burchard.
b) Analisis kandungan ekstrak etanol.
Dilakukan pemeriksaan terhadap flavonoid menggunakan: FD Silika gel GF254, FG etil asetat-asam formiat-asam asetat air (100:11:11:27) (Wagner et al., 1984), deteksi sinar UV 366 nm (sesudah diuapi amonia); FD kertas Whatman no. 51, FG t-butanil-asam asetat-air (6:2:1) (fase butanol) atau disebut t-BAW (Harborne, 1987), deteksi sinar UV 366 nm (sesudah diuapi amonia). Pemeriksaan alkaloid: FD Silika gel GF254, IG etil asetat-metanol-air (100:13,5:10) (Wagner et al., 1984), deteksi sinar UV 254 nm dan 366 nm, pereaksi warna Dragendorff.
c) Analisis kandungan fraksi etil asetat. Ekstrak etanol diekstraksi cair-cair menggunakan etil asetat dan air. Pemeriksaan flavonoid: FD selulosa; FG asam asetat 30%, asam klorida-asam asetat-air (3:30:10), asam klorida-asam asetat-air (Forestal) (10:30:10), t-butanol-asam asetat-air (6:2:1) (fase butanol), n-butanol-asam asetat-air (n-BAW) (4:1:5); deteksi sinar UV 254 dan 366 nm (sesudah diuapi amonia) dan pereaksi warna Sitroborat.
d) Analisis kandungan fraksi air. Diperlakukan sama seperti pada fraksi etil asetat.
e) Analisis kandungan ekstrak air.
Pemeriksaan adanya flavonoid: FD selulosa, FG asam asetat 15%, deteksi pereaksi warna Sitroborat. Pemeriksaan gala: FD selulosa, FG t-butanol-etil asetat-air (6:2:1) (fase butanol), deteksi sinar tampak dan pereaksi Anilin ftalat.
2) Pemeriksaan mikrobiologi
Bagian lain dari ekstrak P.E., fraksi etil asetat, fraksi air dan ekstrak air (setelah disisihkan 5 ml untuk uji KLT), digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi terhadap C. albicans. Dibuat media pertumbuhan C. albicans, yaitu Sabouraud. Air sebagai pelarut agar, dikurangi dari yang seharusnya dan kekurangan pelarut diganti dengan larutan ekstrak hingga didapat konsentrasi 40% dan 80% ekstrak dalam media. Tiap petri berisi ±20 ml agar. Juga dibuat media kon- trol berisi, pelarut masing-masing. Pelarut ekstrak P.E. dan fraksi etil asetat adalah PEG 400 sedang fraksi air dan ekstrak air adalah air .
HASIL DAN PEMBAHASAN
Terhadap ekstrak P.E. diperiksa adanya terpenoid dan triterpenoid. Deteksi adanya tefipenoid menggunakan pereaksi warna Vanilin-asam sulfat; bila terdapat terpenoid maka warna bercak berkisar antara biru sampai ungu.[...]



ABSTRAK
Telah dilakukan uji mikrobiologi terhadap hambatan pertumbuhan Candida albicans oleh ekstrak petroleum eter dan fraksi etil asetat daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A. Gray.), serta pemeriksaan golongan kimia yang terdapat dalam daun tanaman tersebut.
Pemeriksaan golongan kimia tanaman dan aktivitas menghambat pertumbuhan C. albicans dilakukan dengan cara terlebih dahulu mengekstraksi serbuk kering memakai alat soxhlet menggunakan pelarut petroleum eter dilanjutkan etanol 80%, serta diekstraksi cair-cair menggunakan etil asetat.
Uji mikrobiologi dilakukan terhadap ekstrak petroleum eter, fraksi etil asetat, fraksi air dan ekstrak air pada media pertumbuhan C. albicans (Sabouraud) dengan metode dilusi padat. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 40% dan 80%.
Pengamatan dilakukan 24 jam setelah penanaman. Secara kualitatif, pada konsentrasi 80% ekstrak petroleum eter dan fraksi etil asetat menghambat secara nyata, sedang pada konsentrasi 40% terjadi pengurangan kepadatan pertumbuhan (dibandingkan dengan kontrol). Fraksi air dan ekstrak air tidak menghambat pertumbuhan C. albicans.
Pemeriksaan golongan kimia tanaman dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis menggunakan berbagai variasi komposisi pelarut dan pereaksi warna. Hasil pemeriksaan golongan kimia tanaman menunjukkan bahwa Kembang Bulan mengandung sedikitnya 12 senyawa terpenoid, 14 senyawa flavonoid dan gula. Pada daun, dengan metode kromatografi lapis tipis, tak terdeteksi adanya alkaloid dan triterpenoid.[...]


Selengkapnya...
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Efek Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia A. Gray) terhadap Candida albicans serta Profil Kromatografinya
Ditulis oleh Romido Albet
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://topskripsiku.blogspot.com/2012/12/efek-ekstrak-daun-kembang-bulan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of contoh skripsi.